Mengenal
Sifat-Sifat Manusia Dalam Al-Quran
Aadakah mahluk yang sanggup dan berani memikul
amanah yang gunung dan langit menolaknya selain manuisia ? ya...hanya
manusialah yang merasa mampu mengembanya karena manusia dibekali akal, pikir
dibandingkan mahluk lainya, namun tidaklah cukup andaikata hanya mengandalkan
akal, pikir, tanpa iman islam kepada Allah, karena bisa celakalah manusia jika
tanpa akal,pikir dan iman.
Yuk, mari kita lihat apa kata Al-Quran tentang sifat
“asli” manusia ini....
Pertama,
manusia itu LEMAH
“Allah
hendak memberikan keringanan kepadamu dan manusia dijadikan bersifat lemah”
(Qs.Annisa 28)
Kedua,
manusia itu GAMPANG TERPERDAYA
“Hai manusia, apakah
yang Telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu yang Maha
Pemurah.” (Qs.Al-Infitar 6)
Ketiga,
manusia itu LALAI
“Bermegah-megahan telah
melalaikan kamu” (Qs. At-takaatsur 1)
Keempat,
manusia itu PENAKUT/ GAMPANG KHAWATIR
“Dan sungguh akan kami
berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta,
jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang
sabar.” (Qs.Al-Baqarah 155)
Kelima,
manusia itu BERSEDIH HATI
“Sesungguhnya
orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang
Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari
Kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka,
tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”
(Qs.Al Baqarah 62)
Keenam,
manusia itu TERGESA-GESA
“ Dan manusia mendoa
untuk kejahatan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan, dan adalah manusia
bersifat tegesa-gesa” (Qs. Al Isra’ 11)
Ketujuh,
manusia itu SUKA MEMBANTAH
“Dia telah menciptakan
manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata” (Qs.An Nahl 4)
Kedelapan,
manusia itu SUKA BERLEBIH-LEBIHAN
“Dan apabila manusia
ditimpa bahaya dia berdoa kepada kami dalam keadaan berbaring, duduk atau
berdiri, tetapi setelah kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali)
melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada kami
untuk (menghilangkan) bahaya yang Telah menimpanya. begitulah orang-orang yang
melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan.” (Qs. Yunus
12)
“Ketahuilah!
Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas” (Qs. Al Alaq 6)
Kesembilan,
manusia itu PELUPA
“Dan apabila manusia
itu ditimpa kemudharatan, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan
kembali kepada-Nya; Kemudian apabila Tuhan memberikan nikmat-Nya kepadanya
lupalah dia akan kemudharatan yang pernah dia berdoa (kepada Allah) untuk
(menghilangkannya) sebelum itu, dan dia mengada-adakan sekutu-sekutu bagi Allah
untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah:
"Bersenang-senanglah dengan kekafiranmu itu sementara waktu; Sesungguhnya
kamu termasuk penghuni neraka".
(Qs.Az-zumar 8)
Kesepuluh,
manusia itu SUKA BERKELUH-KESAH
“Apabila ia ditimpa
kesusahan ia berkeluh kesah” (Qs.Al Ma’arij 20)
“Sehingga apabila
mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan dan kulit mereka menjadi
saksi terhadap mereka tentang apa yang Telah mereka kerjakan.” (Qs. Al
Fushshilat 20)
“Dan apabila kami
berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah Dia; dan membelakang
dengan sikap yang sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan niscaya dia
berputus asa.” (Qs.Al Israa 83)
Kesebelas,
manusia itu KIKIR
“Katakanlah:
"Kalau seandainya kamu menguasai perbendaharaan-perbendaharaan rahmat
Tuhanku, niscaya perbendaharaan itu kamu tahan, Karena takut
membelanjakannya". dan adalah manusia itu sangat kikir.” (Qs. Al Israa
100)
Keduabelas,
manusia itu SUKA MENGKUFURI NIKMAT
“Dan mereka menjadikan
sebahagian dari hamba-hamba-Nya sebagai bahagian daripada-Nya Sesungguhnya
manusia itu benar-benar pengingkar yang nyata (terhadap rahmat Allah).” (Qs. Az- Zukhruf 15)
“Sesungguhnya manusia
itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya,”(Qs Al Aadiyat 6)
Ketigabelas,
manusia itu DZALIM dan BODOH
“Sesungguhnya kami
Telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, Maka semuanya
enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan
dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat
bodoh,” (Qs.Al Ahzab 72)
Keempatbelas,
manusia itu SUKA MENURUTI PRASANGKANYA
“Dan kebanyakan mereka
tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak
sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran[690]. Sesungguhnya Allah Maha
mengetahui apa yang mereka kerjakan.” (Qs. Yunus 36)
Itulah sifat manusia
yang sudah termaktub jelas di dalam al quran, lantas apakah kita bangga merasa
sebagai manusia yang merasa hebat, memiliki akal, pikir kecerdasaan diatas
rata-rata mahluk yang lain, namun begitu naifnya kita jika tidak memiliki
keimanan keda-Nya, sungguh kita manusia ini tidak kurang terhadap inovasi
kemajuan akal, pikir karena itu semua bisa dan mudah saja di pelajari, namun
jika yang hilang iman, terdegradasinya ahlak yang baik maka celakalah kita,
oleh karenanya tujuan utama Allah Swt mengutus Rassullah adalah untuk
menyempurnakan ahlak kita ini manusia, namun sampai hari ini pun manusia masih
selalu lupa-lupa ingat akan keimanan dan bagaimana cara mengabdi yang benar
kepada Allah dan Rasull-Nya, salah satu
faktornya adalah beberapa sifat asli diatas tadi, dan juga karena manusia ini
sesunguhnya lebih mencintai dunia yang bersifat fana.
Akhirnya, semoga
tulisan singkat ini dapat menjadikan renungan bagi kita sekalian, semoga
bermanfaat dan sedikit dapat menjadi bahan referensi rujukan bersama.