Kamis, 25 Mei 2017

Perbedaan Grammar, Structure dan Tenses



Perbedaan GRAMMAR, STRUCTURE dan TENSES

Perbedaan grammar dan structure :

Grammar itu berfungsi untuk mengurus kata-kata yang pantas digunakan atau pemilihan kata-kata. Sedangkan,
Structure itu berfungsi mengurus tentang pembentukan dan penyusunan kata-kata.

Contoh 1 :
Me love you
Them hate I
--- kalimat-kalimat diatas SALAH secara grammar, BENAR secara structure

Contoh 2 :
I you love
They me hate
---kalimat-kalimat diatas BENAR secara grammar, SALAH secara structure.

Perbedaan grammar dan tenses :

Kalau grammar itu adalah cara pengaturan kata-kata/kalimatnya, misalnya...subject he/she harus dibarengi dengan to be is.

Kalau tenses itu adalah bentuk kalimatnya. Dari itu kalimat past, present, maupun yang lainya. 

BASIC SKILLS yanng harus dimiliki orang yang belajar bahasa inggris harus memiliki pakem grammar dan vocabullary yang baik.

Untuk reading, listening, speaking, dan writing itu harus dikuasai saja.
Simple kan, ya untuk kalian para siswa/i, mahasiswa/i, pengajar/guru/dosen/ siapapun yang menyukai bahasa inggris, maka wajib hukumnya agar basicnya ini mengerti dan paham secara comprehensive, ya harus hehee...

Demikian, semoga bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan kita bersama, amin.

Memahami Analisis SWOT



Memahami Analisis SWOT
Analisis SWOT merupakan salah satu metode untuk menggambarkan kondisi dan mengevaluasi suatu masalah, proyek atau konsep organisasi dan bisnis yang berdasarkan faktor internal (dalam) dan faktor eksternal (luar) yaituStrengths, Weakness, Opportunitiesdan Threats. Metode ini paling sering digunakan dalam metode evaluasi bisnis dan organisasi untuk mencari strategi yang akan dilakukan. Analisis SWOT hanya menggambarkan situasi yang terjadi bukan sebagai pemecah masalah. Perencanaan strategis (strategic planner) suatu perusahaan harus menganalisis faktor-faktor strategis perusahaan/organisasi (kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman) pada kondisi yang ada saat ini. Hal ini disebut dengan Analisis Situasi atau popular disebut Analisis SWOT.
Dalam menganalisis data digunakan teknik deskriptif kualitatif guna menjawab perumusan permasalahan mengenai apa saja yang menjadi kekuatan dan kelemahan yang ada pada objek penelitian dan apa saja yang menjadi peluang dan ancaman dari luar yang harus dihadapinya.
Analisis SWOT terdiri dari empat faktor, yaitu:
 
v  Strengths (kekuatan)
merupakan kondisi kekuatan yang terdapat dalam organisasi, proyek atau konsep bisnis yang ada. Kekuatan yang dianalisis merupakan faktor yang terdapat dalam  tubuh organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri.
v  Weakness (kelemahan)
merupakan kondisi kelemahan yang terdapat dalam organisasi, proyek atau konsep bisnis yang ada.Kelemahan yang dianalisis merupakan faktor yang terdapat dalam  tubuh organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri.
v Opportunities (peluang)
merupakan kondisi peluang berkembang di masa datang yang terjadi. Kondisi yang terjadi merupakan peluang dari luar organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri. misalnya kompetitor, kebijakan pemerintah, kondisi lingkungan sekitar.
v    Threats (ancaman)
merupakan kondisi yang mengancam dari luar. Ancaman ini dapat mengganggu organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri.
Manfaat Analisa SWOT
Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman organisasi
 

Langkah-Langkah Penerapan
Langkah 1: Menyiapkan sesi SWOT
·       SWOT kemungkinan akan menghabiskan waktu 50 - 60 menit.
·       Peserta dibagi dalam kelompok dengan maksimum 6 orang per kelompok.
·       Dengan menggunakan alat curah pendapat memilih pelayanan atau komponen pelayanan yang akan dianalisa.
·       Setiap kelompok membuat sebuah matriks SWOT sesuai dengan contoh.
·       Siapkan kartu dan kertas flipchart untuk setiap kelompok.
·       Tentukan seorang Pencatat. Tugas Pencatat adalah mengisi matriks SWOT.
Langkah 2: Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan
·       Dengan menggunakan curah pendapat, tulis pada kartu semua kekuatan di dalam organisasi (internal). Kekuatan bisa berupa, tenaga trampil, gaji, sarana. Setelah kartu diisi tempelkan pada kertas flipchart.
·       Setelah selesai menyusun kekuatan internal, dengan menggunakan curah pendapat, daftarkan kelemahan di dalam organisasi (internal) pada kartu lalu ditempelkan pada flipchart .
Langkah 3: Mengidentifikasi kesempatan dan ancaman
·       Dengan menggunakan curah pendapat, daftarkan semua kesempatan di luar organisasi (kesempatan ekstern) yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pelayanan atau atasi sebuah masalah. Ini bisa berupa latihan, tenaga baru, peraturan baru dan seterusnya.
·       Dengan menggunakan curah pendapat, buatlah daftar ancaman di luar organisasi (ancaman ekstern) yang dapat menghalangi pemecahan masalah.
Langkah 4: Melakukan ranking terhadap kekuatan, kelemahan, ancaman dan peluang
·       Daftarkan dalam kolom masing-masing: kekuatan, kelemahan, ancaman dan peluang.
·       Buatlah ranking setiap kolom. Yang perlu dipikirkan adalah pentingnya kesempatan / ancaman dan berapa besar kemungkinan kesempatan / ancaman tersebut memang akan ada. Begitu juga dengan ancaman dan peluang.
Langkah 5: Menganalisis kekuatan dan kelemahan
·       Masukan kekuatan dan kelemahan masuk matriks SWOT.
·       Kekuatan diisi sesuai ranking yang telah dikerjakan, kekuatan yang paling besar di atas, yang kurang besar di bawah.
·       Setelah kekuatan diisi, disusul dengan kelemahan.
·       Masukan kesempatan dan ancaman di dalam kolom.
·       Hubungkan kekuatan dan kelemahan dengan kesempatan dan ancaman.
·       Kombinasi di mana kekuatan bertemu dengan kesempatan adalah keadaan yang paling positif. Keadaan ini harus dipelihara dengan baik supaya tetap ada.
·       Kombinasi kelemahan dan ancaman adalah keadaan yang paling negatif dan harus dihindari.
·       Setiap kombinasi diperiksa ulang kalau memang merupakan jalan keluar untuk mengurangi kelemahan atau ancaman.
Analisis SWOT bukanlah akhir dari proses. Untuk memanfaatkan sepenuhnya alat ini, anda perlu menentukan rencana tindak lanjut. Juga alat ini cenderung berdasarkan pada "pendapat" dan indikator-indikator kualitatif dan belum tentu pada "kenyataan".
Demikian, semoga bermanfaat dan menambah pemahaman kita mengenai apa itu analisis SWOT, selamat mencoba.

Selasa, 23 Mei 2017

Mengenal Sifat-Sifat Manusia Dalam Al-Quran



Mengenal Sifat-Sifat Manusia Dalam Al-Quran


Aadakah mahluk yang sanggup dan berani memikul amanah yang gunung dan langit menolaknya selain manuisia ? ya...hanya manusialah yang merasa mampu mengembanya karena manusia dibekali akal, pikir dibandingkan mahluk lainya, namun tidaklah cukup andaikata hanya mengandalkan akal, pikir, tanpa iman islam kepada Allah, karena bisa celakalah manusia jika tanpa akal,pikir dan iman.
Yuk, mari kita lihat apa kata Al-Quran tentang sifat “asli” manusia ini....

Pertama, manusia itu LEMAH

Allah hendak memberikan keringanan kepadamu dan manusia dijadikan bersifat lemah” (Qs.Annisa 28)

Kedua, manusia itu GAMPANG TERPERDAYA
 “Hai manusia, apakah yang Telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu yang Maha Pemurah.” (Qs.Al-Infitar 6)
 
Ketiga, manusia itu LALAI
“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu” (Qs. At-takaatsur 1)

Keempat, manusia itu PENAKUT/ GAMPANG KHAWATIR
“Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Qs.Al-Baqarah 155)

Kelima, manusia itu BERSEDIH HATI
Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari Kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (Qs.Al Baqarah 62)

Keenam, manusia itu TERGESA-GESA
“ Dan manusia mendoa untuk kejahatan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan, dan adalah manusia bersifat tegesa-gesa” (Qs. Al Isra’ 11)

Ketujuh, manusia itu SUKA MEMBANTAH
“Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata” (Qs.An Nahl 4)


Kedelapan, manusia itu SUKA BERLEBIH-LEBIHAN
“Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada kami untuk (menghilangkan) bahaya yang Telah menimpanya. begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan.” (Qs. Yunus 12)
“Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas” (Qs. Al Alaq 6)

Kesembilan, manusia itu PELUPA
“Dan apabila manusia itu ditimpa kemudharatan, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali kepada-Nya; Kemudian apabila Tuhan memberikan nikmat-Nya kepadanya lupalah dia akan kemudharatan yang pernah dia berdoa (kepada Allah) untuk (menghilangkannya) sebelum itu, dan dia mengada-adakan sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah: "Bersenang-senanglah dengan kekafiranmu itu sementara waktu; Sesungguhnya kamu termasuk penghuni neraka".
(Qs.Az-zumar 8)

Kesepuluh, manusia itu SUKA BERKELUH-KESAH
“Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah” (Qs.Al Ma’arij 20)
“Sehingga apabila mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan dan kulit mereka menjadi saksi terhadap mereka tentang apa yang Telah mereka kerjakan.” (Qs. Al Fushshilat 20)
“Dan apabila kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah Dia; dan membelakang dengan sikap yang sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan niscaya dia berputus asa.” (Qs.Al Israa 83)

Kesebelas, manusia itu KIKIR
“Katakanlah: "Kalau seandainya kamu menguasai perbendaharaan-perbendaharaan rahmat Tuhanku, niscaya perbendaharaan itu kamu tahan, Karena takut membelanjakannya". dan adalah manusia itu sangat kikir.” (Qs. Al Israa 100)

Keduabelas, manusia itu SUKA MENGKUFURI NIKMAT
“Dan mereka menjadikan sebahagian dari hamba-hamba-Nya sebagai bahagian daripada-Nya Sesungguhnya manusia itu benar-benar pengingkar yang nyata (terhadap rahmat Allah).”  (Qs. Az- Zukhruf 15)
“Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya,”(Qs Al Aadiyat 6)

Ketigabelas, manusia itu DZALIM dan BODOH
“Sesungguhnya kami Telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, Maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh,” (Qs.Al Ahzab 72)

Keempatbelas, manusia itu SUKA MENURUTI PRASANGKANYA
“Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran[690]. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka kerjakan.” (Qs. Yunus 36)

Itulah sifat manusia yang sudah termaktub jelas di dalam al quran, lantas apakah kita bangga merasa sebagai manusia yang merasa hebat, memiliki akal, pikir kecerdasaan diatas rata-rata mahluk yang lain, namun begitu naifnya kita jika tidak memiliki keimanan keda-Nya, sungguh kita manusia ini tidak kurang terhadap inovasi kemajuan akal, pikir karena itu semua bisa dan mudah saja di pelajari, namun jika yang hilang iman, terdegradasinya ahlak yang baik maka celakalah kita, oleh karenanya tujuan utama Allah Swt mengutus Rassullah adalah untuk menyempurnakan ahlak kita ini manusia, namun sampai hari ini pun manusia masih selalu lupa-lupa ingat akan keimanan dan bagaimana cara mengabdi yang benar kepada Allah dan Rasull-Nya,  salah satu faktornya adalah beberapa sifat asli diatas tadi, dan juga karena manusia ini sesunguhnya lebih mencintai dunia yang bersifat fana.
Akhirnya, semoga tulisan singkat ini dapat menjadikan renungan bagi kita sekalian, semoga bermanfaat dan sedikit dapat menjadi bahan referensi rujukan bersama.













Perbedaan Grammar, Structure dan Tenses

Simple Present Tense

SIMPLE PRESENT TENSE Use to discribe habitual action/routine, and general truth, by using verb 1 (s/es). There are two kind f...