Jumat, 05 Mei 2017

Cara Berpikir Kritis



Cara Berpikir Kritis 

Berpikir adalah satu keaktifan pribadi manusia yang mengakibatkan penemuan yang terarah kepada suatu tujuan, ciri utama dari berpikir adalah adanya abtraksi. Konsep berpikir dalam arti sempit adalah meletakan atau mencari hubungan atau pertalian antara abstraksi-abstraksi. Berpikir erat hubnganya dengan daya-daya jiwa yang lain dengan tanggapan, ingatan, pengertian, dan perasaan. (Ngalim Purwanto, 2010:43).
Jenis dan macam berpikir ini secara garis besar terdapat dua jenis, Pertama,  berpikir Autistik (melamun) atau dengan kata lain fantasi, menghayal. Dengan terjadinya proses berpikir autistik, maka orang melarikan diri dari kenyataan serta melihat hidup sebagai gambar-gambar fantastis. Kedua, berpikir realistik atau dengan kata lain berpikir mengunakan nalar dengan menyesuaikan diri dalam dunia nyata. Macam berpikir realistik, berpikir deduktif, berpikir induktif, dan evaluatif. ( Floyd L. Runch).
Berpikir kritis (critical thinking) adalah sinonim dari pengambilan keputusan (decision making), perencanaan strategik (strategic planning), proses ilmiah (scientific prosess) dan pemecahan masalah (problem solving). Berpikir kritis merupakan upaya pendalaman kesadaran kecerdasan membandingkan dari beberapa masalah yang sedang dan akan terjadi, sehingga menghasilkan sebuah kesimpulan dan gagasan yang dapat memecahkan masalah tersebut. Kita sadari memang setiap orang memiliki pola pikir (mindset) yang berbeda-beda, namun andai kita memiliki kemampuan berpikir kritis maka masalah apapun yang dihadapi akan tersa mudah dan sederhana untuk solusinya.
Elanie Johnson (2002: 183) berpikir kritis merupakan sebuah proses yang terarah dan jelas yang digunakan dalam kegiatan mental seperti memecahkan masalah, mengambil keputusan, membujuk, menganalisis asumsi, dan melakukan penelitian ilmiah. Cece Wijaya (1996: 72) berpikir kritis adalah kemampuan untuk berpendapat dengan cara yang terorganisasi. Berpikir kritis merupakan kemampuan untuk mengevaluasi secara sistematis bobot pendapat pribadi dan pendapat orang lain, kegiatan menganalisis ide atau gagasan kearah yang lebih spesifik, membedakanya secara tajam, memilih, mengidentifikasi, mengkaji dan mengembangkanya ke arah yang lebih sempurna.
Metode Mengembangkan Kemapuan Berpikir Kritis
1.      Aktif dalam proses belajar (sekolah, perkuliahan les/private/ pengembangan skill lainya.
2.      Banyak membaca buku dan menulis (perbanyak referensi, data, fakta, realita dan pembanding)
3.      Mengikuti dan berperan aktif dalam kegiatan organisasi di sekolah/ kampus
4.      Menjadi pendengar yang baik (mencari, mencerna, menganalisis, mengidentifikasi, informasi)
5.      Berani bertanya, berpendapat, menyampaikan ide, gagasan, ketika dalam proses pembelajaran, diskusi, seminar atau kajian ilmiah lainya.
Secara ilmiah setiap kita manusia memiliki potensi masing-masing dalam kemampuan berpikirnya yang sudah ditetapkan Tuhan, namun jika kita mempunyai tekad dan niat yang kuat agar bisa sepintar dan secerdas para ilmuwan terdahulu seperti Einstein, Newton, Aristoteles dll, bukan tidak mungkin kita juga bisa tinggal bagaimana usaha dan upaya kita untuk mengeluarkan secara maksimamal potensi yang kita miliki. Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Perbedaan Grammar, Structure dan Tenses

Simple Present Tense

SIMPLE PRESENT TENSE Use to discribe habitual action/routine, and general truth, by using verb 1 (s/es). There are two kind f...