Selasa, 23 Mei 2017

Mengenal Sifat-Sifat Manusia Dalam Al-Quran



Mengenal Sifat-Sifat Manusia Dalam Al-Quran


Aadakah mahluk yang sanggup dan berani memikul amanah yang gunung dan langit menolaknya selain manuisia ? ya...hanya manusialah yang merasa mampu mengembanya karena manusia dibekali akal, pikir dibandingkan mahluk lainya, namun tidaklah cukup andaikata hanya mengandalkan akal, pikir, tanpa iman islam kepada Allah, karena bisa celakalah manusia jika tanpa akal,pikir dan iman.
Yuk, mari kita lihat apa kata Al-Quran tentang sifat “asli” manusia ini....

Pertama, manusia itu LEMAH

Allah hendak memberikan keringanan kepadamu dan manusia dijadikan bersifat lemah” (Qs.Annisa 28)

Kedua, manusia itu GAMPANG TERPERDAYA
 “Hai manusia, apakah yang Telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu yang Maha Pemurah.” (Qs.Al-Infitar 6)
 
Ketiga, manusia itu LALAI
“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu” (Qs. At-takaatsur 1)

Keempat, manusia itu PENAKUT/ GAMPANG KHAWATIR
“Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Qs.Al-Baqarah 155)

Kelima, manusia itu BERSEDIH HATI
Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari Kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (Qs.Al Baqarah 62)

Keenam, manusia itu TERGESA-GESA
“ Dan manusia mendoa untuk kejahatan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan, dan adalah manusia bersifat tegesa-gesa” (Qs. Al Isra’ 11)

Ketujuh, manusia itu SUKA MEMBANTAH
“Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata” (Qs.An Nahl 4)


Kedelapan, manusia itu SUKA BERLEBIH-LEBIHAN
“Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada kami untuk (menghilangkan) bahaya yang Telah menimpanya. begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan.” (Qs. Yunus 12)
“Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas” (Qs. Al Alaq 6)

Kesembilan, manusia itu PELUPA
“Dan apabila manusia itu ditimpa kemudharatan, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali kepada-Nya; Kemudian apabila Tuhan memberikan nikmat-Nya kepadanya lupalah dia akan kemudharatan yang pernah dia berdoa (kepada Allah) untuk (menghilangkannya) sebelum itu, dan dia mengada-adakan sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah: "Bersenang-senanglah dengan kekafiranmu itu sementara waktu; Sesungguhnya kamu termasuk penghuni neraka".
(Qs.Az-zumar 8)

Kesepuluh, manusia itu SUKA BERKELUH-KESAH
“Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah” (Qs.Al Ma’arij 20)
“Sehingga apabila mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan dan kulit mereka menjadi saksi terhadap mereka tentang apa yang Telah mereka kerjakan.” (Qs. Al Fushshilat 20)
“Dan apabila kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah Dia; dan membelakang dengan sikap yang sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan niscaya dia berputus asa.” (Qs.Al Israa 83)

Kesebelas, manusia itu KIKIR
“Katakanlah: "Kalau seandainya kamu menguasai perbendaharaan-perbendaharaan rahmat Tuhanku, niscaya perbendaharaan itu kamu tahan, Karena takut membelanjakannya". dan adalah manusia itu sangat kikir.” (Qs. Al Israa 100)

Keduabelas, manusia itu SUKA MENGKUFURI NIKMAT
“Dan mereka menjadikan sebahagian dari hamba-hamba-Nya sebagai bahagian daripada-Nya Sesungguhnya manusia itu benar-benar pengingkar yang nyata (terhadap rahmat Allah).”  (Qs. Az- Zukhruf 15)
“Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya,”(Qs Al Aadiyat 6)

Ketigabelas, manusia itu DZALIM dan BODOH
“Sesungguhnya kami Telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, Maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh,” (Qs.Al Ahzab 72)

Keempatbelas, manusia itu SUKA MENURUTI PRASANGKANYA
“Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran[690]. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka kerjakan.” (Qs. Yunus 36)

Itulah sifat manusia yang sudah termaktub jelas di dalam al quran, lantas apakah kita bangga merasa sebagai manusia yang merasa hebat, memiliki akal, pikir kecerdasaan diatas rata-rata mahluk yang lain, namun begitu naifnya kita jika tidak memiliki keimanan keda-Nya, sungguh kita manusia ini tidak kurang terhadap inovasi kemajuan akal, pikir karena itu semua bisa dan mudah saja di pelajari, namun jika yang hilang iman, terdegradasinya ahlak yang baik maka celakalah kita, oleh karenanya tujuan utama Allah Swt mengutus Rassullah adalah untuk menyempurnakan ahlak kita ini manusia, namun sampai hari ini pun manusia masih selalu lupa-lupa ingat akan keimanan dan bagaimana cara mengabdi yang benar kepada Allah dan Rasull-Nya,  salah satu faktornya adalah beberapa sifat asli diatas tadi, dan juga karena manusia ini sesunguhnya lebih mencintai dunia yang bersifat fana.
Akhirnya, semoga tulisan singkat ini dapat menjadikan renungan bagi kita sekalian, semoga bermanfaat dan sedikit dapat menjadi bahan referensi rujukan bersama.













Tidak ada komentar:

Perbedaan Grammar, Structure dan Tenses

Simple Present Tense

SIMPLE PRESENT TENSE Use to discribe habitual action/routine, and general truth, by using verb 1 (s/es). There are two kind f...